Gratis Ongkir Seluruh Indonesia. Terdaftar BPOM & Halal. Distributor Terverifikasi Wellous
Foto asli botol DVN, kemasan, dan tablet kunyah merah muda.
Foto asli kemasan DVN di atas latar pink.

Setelah Dikunyah, ke Mana DVN Pergi?

Dari pencernaan sampai peran tujuh bahannya untuk kulit. Mari lihat lebih dekat.

Kolagen, vitamin C, glutathione—nama-nama ini ada pada label DVN. Tetapi apa yang terjadi pada bahan tersebut setelah tablet dikunyah? Untuk memahaminya, kita mulai dari perjalanan melalui sistem pencernaan, lalu melihat jaringan kulit yang ingin kita rawat.

Perjalanan dimulai dari pencernaan

Mengunyah adalah awalnya. Tubuh masih perlu memecah dan menyerap bahan yang masuk sebelum dapat menggunakannya. Pada protein seperti kolagen, prosesnya melibatkan enzim pencernaan.

Ilustrasi tiga tahap: tablet dipecah di mulut, protein dicerna dalam lambung dan usus, kemudian zat gizi menyeberangi dinding usus menuju darah.
Ilustrasi proses pencernaan dan penyerapan zat gizi.Perbesar gambar
  1. Dikunyah

    Gigi memecah tablet menjadi bagian kecil. Setelah ditelan, bahan melewati kerongkongan menuju lambung.

  2. Dicerna

    Asam dan enzim membantu menguraikan protein. Proses berlanjut di usus halus, menghasilkan bagian yang lebih kecil, termasuk peptida dan asam amino.

  3. Diserap

    Dinding usus halus menyerap zat gizi. Aliran darah kemudian mengangkutnya agar dapat digunakan oleh jaringan tubuh.

Ilustrasi penampang kulit: epidermis di atas, jaringan serat kolagen dan fibroblas di dermis, serta pembuluh darah di bawahnya.
Penampang konseptual kulit. Serat kolagen berada di lapisan dermis. Perbesar gambar

Lalu, apa hubungannya dengan kulit?

Di bawah permukaan kulit terdapat dermis: lapisan yang mengandung jaringan kolagen, pembuluh darah, dan sel yang disebut fibroblas. Kolagen membantu memberi kekuatan pada jaringan ini. Fibroblas berperan membentuk dan merawat matriks di sekitarnya.

Tubuh menyusun kolagennya sendiri dari bahan penyusun protein. Vitamin C diperlukan dalam proses pembentukan tersebut. Jadi, kolagen yang dikonsumsi melewati pencernaan terlebih dahulu; tubuh kemudian mengolah hasilnya sesuai kebutuhan.

Tujuh bahan di balik satu tablet

Formula DVN Indonesia memadukan dua bentuk kolagen dengan vitamin C, glutathione, sodium hyaluronate, dan dua ekstrak tumbuhan. Masing-masing punya karakter yang berbeda.

Ilustrasi botani buah delima dengan bijinya dan tanaman knotweed Jepang beserta rimpangnya.
Delima dan knotweed Jepang, dua sumber ekstrak tumbuhan dalam DVN.Perbesar gambar
Kolagen ikan terhidrolisis150 mg per tablet
Kolagen dari ikan yang telah dipecah menjadi peptida melalui hidrolisis. Peptida adalah rangkaian asam amino—bagian penyusun protein.
Collagen tripeptide50 mg per tablet
Tripeptida terdiri dari tiga asam amino yang saling terhubung. Istilah ini menjelaskan ukuran rangkaiannya, sedangkan ‘kolagen ikan’ menjelaskan sumber bahannya.
Vitamin C
Berperan dalam pembentukan kolagen dan menjadi bagian dari pertahanan antioksidan tubuh. Hubungannya dengan kulit adalah pada proses biologis tersebut.
L-glutathione25 mg per tablet
Molekul yang juga terdapat secara alami di dalam sel. Glutathione membantu menjaga keseimbangan oksidasi, termasuk melalui sistem pertahanan terhadap radikal bebas.
Ekstrak buah delima
Delima mengandung polifenol, kelompok senyawa tumbuhan yang banyak diteliti karena aktivitas antioksidannya. DVN memakai ekstrak buahnya sebagai salah satu bahan formula.
Sodium hyaluronate
Bentuk garam dari hyaluronic acid. Hyaluronic acid secara alami ada pada jaringan tubuh, termasuk kulit, dan mampu mengikat air di matriks jaringan.
Ekstrak akar knotweed Jepang
Tanaman ini dikenal sebagai salah satu sumber resveratrol, senyawa dari kelompok polifenol. Pada label DVN, bahan yang dicantumkan adalah ekstrak akarnya.
Referensi artikel